Loading...

"AWAL MULA KONGREGASI REDEMPTORIS: WARISAN CINTA YANG TAK PERNAH PADAM"

  • 02 Jul 2025
  • Berita

Pada suatu malam musim panas tahun 1732, di sebuah kota kecil bernama Scala, Italia Selatan, seorang imam muda bernama Alphonsus Maria de Liguori merenung dalam doa. Ia baru saja meninggalkan kenyamanan hidup sebagai pengacara brilian dan memilih untuk menyerahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan dan kaum miskin. Dari keheningan doanya, lahirlah sebuah mimpi besar: menjadi sahabat bagi mereka yang dilupakan dunia—orang-orang miskin, sederhana, dan terluka.

Di sinilah Kongregasi Sang Penebus Mahakudus (Congregatio Sanctissimi Redemptoris / C.Ss.R) didirikan pada 9 November 1732. Tujuannya? Sederhana namun radikal: “mewartakan Injil kepada orang-orang miskin, terutama mereka yang paling terabaikan.”

Mengapa “Redemptorist”?

Nama Redemptorist berasal dari kata Latin “Redemptor” yang berarti “Penebus”—mengacu pada Yesus Kristus, Sang Penebus dunia. Kongregasi ini bertujuan untuk menjadi perpanjangan belas kasih Kristus, menghadirkan harapan dan pengampunan di tengah dunia yang haus kasih.

Tokoh-Tokoh Awal yang Membentuk Spiritualitas Redemptoris

  1. Santo Alfonsus Maria de Liguori (1696–1787)
    Pendiri Kongregasi, Uskup, teolog, musisi, pengkhotbah, dan penulis lebih dari 100 buku. Ia dikenal karena spiritualitasnya yang lembut namun mendalam. Ia mengajarkan bahwa Allah adalah Bapa yang penuh belas kasih, dan bahwa pertobatan bukanlah beban, melainkan jalan kembali kepada cinta. Salah satu ajarannya yang paling terkenal:

“Allah lebih ingin dicintai daripada ditakuti.”

  1. P. Tommaso Falcoia
    Seorang pembimbing rohani yang membantu Alfonsus dalam merumuskan cita-cita Kongregasi. Ia mendorong pendirian kongregasi ini untuk pelayanan pastoral yang lebih mendalam dan kontemplatif.
  2. P. Gennaro Sarnelli
    Sahabat dekat Alfonsus dan salah satu anggota awal. Ia memiliki semangat kerasulan yang luar biasa, terutama dalam karya sosial, melawan perdagangan manusia dan membantu kaum miskin di Napoli. Ia menunjukkan bahwa Redemptoris bukan hanya mewartakan, tetapi juga membela martabat manusia.
  3. P. Clemens Maria Hofbauer (1751–1820)

Rasul Redemptoris di luar Italia. Ia adalah tokoh besar yang membawa dan memperluas Kongregasi Redemptoris ke Eropa Tengah dan Timur (Polandia, Austria, Jerman). Di bawah kepemimpinannya, Redemptoris dikenal sebagai misionaris kota, mewartakan Injil di pasar, toko roti, pabrik, bahkan di tengah revolusi sosial dan politik yang panas.

Kata-kata inspirasional P. Clemens:
“Kita harus mewartakan Injil dengan semua cara: dengan lidah, dengan pena, dengan tindakan, dan jika perlu, dengan penderitaan.”

Ia dikenal karena semangat pantang menyerah, doa yang mendalam, dan keteguhan menghadapi tantangan zaman.

  1.  Santo Gerardus Majella (1726–1755)

Bruder Redemptoris yang rendah hati dan penuh mujizat. Ia tidak dikenal karena khotbahnya, tetapi karena kesucian hidup, pelayanan penuh cinta, dan mukjizat-mukjizat yang menyertai pelayanannya.

Gerardus adalah pelindung:

  • ibu hamil,
  • keluarga yang sedang menanti buah hati, dan
  • kaum sederhana yang mengandalkan kekuatan doa.

Ia sering berkata: “Tugas saya adalah menjadi kudus.”

Spiritualitas Redemptoris: Belas Kasih yang Aktif

Ciri khas spiritualitas Redemptoris adalah inkarnasional—menghadirkan Allah di tengah kehidupan nyata umat. Bukan dari mimbar tinggi, tetapi dari jalan-jalan desa, rumah-rumah sakit, penjara, dan tempat-tempat terpencil.

Mereka hidup dalam semangat:

  • “Kerahiman Allah tak terbatas”
  • “Misi untuk mereka yang paling terlupakan”
  • “Mewartakan dengan kata dan perbuatan”

Warisan yang Terus Hidup

Hingga kini, Redemptoris berkarya di lebih dari 84 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Mereka hadir sebagai imam, bruder, dan awam misioner yang berjalan bersama umat. Semangat misi ini juga melahirkan berbagai bentuk komunitas, seperti Komunitas Sahabat Redemptoris, kelompok awam, dan para relawan misi.

 

 Tahukah Anda?

???? Santo Alfonsus adalah pelindung para moralis dan pengaku dosa
???? Kongregasi Redemptoris pertama kali hadir di Indonesia tahun 1957, dimulai dari Sumba dan Sumbawa
???? Warna lambang Redemptoris adalah merah darah, simbol keberanian dan cinta yang siap berkorban

Mari Kita Hidupkan Semangat Redemptoris di Paroki Kita!

"Dengan semangat Santo Alfonsus, mari kita wartakan cinta Allah yang tak pernah habis, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan."

 

Hallo, ada yang bisa dibantu?