Loading...
Ekaristi Kaum Muda

Ekaristi Kaum Muda

  • 27 Okt 2024
  • Berita

EKM OMK ALGONZ CIJANTUNG.

Hari ini, 26 Oktober 2024, Orang Muda Katolik (OMK) Aloysius Gonzaga Cijantung menggelar Ekaristi Kaum Muda dengan tema penuh makna: BAPERKAH, yang merupakan singkatan dari "OMK Bawa Perubahan dalam Kasih Allah."

Perayaan ini diawali dengan pemberkatan pohon doa, di mana doa-doa umat dan orang muda yang telah digantung sejak minggu lalu diberkati bersama. Pohon doa ini menjadi simbol harapan dan kebersamaan dalam doa, dengan tujuan agar ujud-ujud doa tersebut didoakan bersama.

Setelah pemberkatan, suasana perayaan semakin hidup dengan tarian perarakan, diiringi alunan lagu pembuka yang penuh semangat.

Pada perayaan ini, teman-teman OMK dari lingkungan Santo Thomas Aquinas mendapatkan tugas istimewa untuk melayani sebagai pemandu lagu atau koor, menyatukan suara mereka dalam harmoni doa dan pujian.

Liturgi yang dikemas penuh kreativitas oleh OMK Algonz semakin memikat dengan adanya fragmen refleksi sesudah bacaan Injil yang diambil dari Lukas 13:1-9, membangkitkan renungan mendalam bagi umat.

Di tengah misa, Rm. Willy, moderator OMK Cijantung, memberikan pesan penuh inspirasi kepada umat dan para orang muda. “Orang muda tidak pernah kehabisan ide. Mereka memerlukan orang yang mau berjalan bersama mereka sepanjang perjalanan mereka,” ujarnya mengajak umat untuk mendukung dan mendampingi perjalanan iman para orang muda. Kepada OMK, ia pun memberi dorongan, “Teman-teman Orang Muda, beranilah untuk berbuat baik. Jangan takut untuk salah. Teruslah berekspresi dan berkontribusi. Gereja adalah wadah yang selalu terbuka bagi kita untuk hadir, bertumbuh, dan berbuah dalam hidup.” Menguatkan semangat bersama, ia menambahkan, “Marilah kita berkontribusi dalam hidup bersama di lingkungan, wilayah, paroki, dan dekenat kita.”

Pesan itu ditutup dengan seruan penuh semangat, “Jadilah OMK yang militan dan beriman. Jangan pernah menyerah, seperti Yesus yang tidak pernah menyerah. Dia menyelesaikan tugas-Nya dengan tekun, tabah, dan gemilang.”

Setelah Ekaristi, acara dilanjutkan dengan dinamika kelompok, lelang makanan untuk kegiatan amal, makan bersama, dan diakhiri dengan tarian bersama yang menambah kehangatan dan kebersamaan di antara para peserta.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian perayaan yang penuh sukacita ini, api unggun dinyalakan. Semua peserta berdiri mengitari api unggun dengan lilin yang menyala di tangan masing-masing.

Di bawah langit malam, dengan cahaya lilin yang menerangi wajah mereka, semua berdoa bersama, menciptakan momen kebersamaan yang tak terlupakan, dipenuhi doa dan harapan untuk masa depan yang penuh kasih.

 

Ditulis oleh RP. Wilhelmus Ngongo Pala, CSsR 

Hallo, ada yang bisa dibantu?