Loading...
Healing with Jesus: Mencintai Ekaristi Bersama Orang Muda dan Umat Berkarunia Khusus

Healing with Jesus: Mencintai Ekaristi Bersama Orang Muda dan Umat Berkarunia Khusus

  • 12 Mar 2025
  • Berita

Acara Healing with Jesus berlangsung pada 8-9 Maret 2025 di Taman Bukit Palem Resort, Pancawati, Bogor. Acara ini diselenggarakan oleh Tim Sinergi Bidang Prioritas (TSBP) 3 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), yang didominasi oleh Orang Muda Katolik (OMK). Dalam semangat kebersamaan, TSBP 3 KAJ juga mengundang teman-teman difabel atau yang dikenal sebagai Umat Berkarunia Khusus (UBK), untuk merasakan kebersamaan dalam iman dan mencintai Ekaristi.

Paroki Cijantung St. Aloysius Gonzaga turut serta dalam acara ini dengan membawa 7 peserta, yaitu Eisther Mamahit, Ribka Mamahit (UBK), Gregorius Andriy (UBK), Dhito, Putra, Putri, dan Albert Paima. Selain peserta dari berbagai paroki, acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran para romo beken di media sosial seperti Facebook, Instagram, X, dan TikTok. Beberapa diantaranya adalah Romo Joseph, PR (Romo Jo); Romo Albertus Joni, SCJ (Romo Koko); Romo Albertus Monang Rianto Sidabutar, PR (Romo Almo); Romo Eko Wahyu, OSC (Romo Eko); Romo Carolus Putranto, PR (Romo Uut); Bro Clift, Bro David, dan narasumber keren lainnya. Acara ini juga menghadirkan tamu istimewa, yaitu Romo Yustinus Ardianto, PR, dan Romo Vikaris Jenderal KAJ (Vikjen) Romo Samuel Pangestu, PR.

Berbagai topik menarik dibahas dalam acara ini, seperti memahami dan mencintai Ekaristi di era digital, mengenali kelebihan dan kekurangan diri agar tetap berpikir positif, cara menemukan jodoh menurut ajaran Katolik, serta bagaimana mengatasi kecemasan yang sering membebani hati dan pikiran. Selain sesi diskusi yang mendalam, acara ini juga terdapat giveaway untuk menambah semangat para peserta.

Acara ini memberikan dampak yang luar biasa, tidak hanya bagi OMK tetapi juga bagi UBK serta orang tua pendamping mereka. Salah satu orang tua peserta, Ibu Eisther, membagikan kesan positifnya, “Untuk anakku, salah satu UBK, ia sangat gembira! Senang sekali bertemu teman-teman dari paroki lain se-KAJ! Saya juga sangat senang dan terharu karena ini semua adalah anugerah Tuhan yang luar biasa. Iman semakin bertumbuh, banyak ilmu rohani yang didapat. Pokoknya luar biasa, ingin mengulangnya kembali! Hahaha. Romo-romonya juga keren-keren.”

Di era digital ini, harapan bagi Gereja adalah agar pewartaan iman semakin berkembang tidak hanya di dalam lingkungan gereja, tetapi juga melalui platform digital. Kehadiran para romo yang aktif di media sosial menjadi bukti bahwa iman bisa disebarkan dengan cara yang lebih dekat dengan generasi muda. Hal ini sejalan dengan ajakan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Jakarta, “Fate Chiasso! Fate Chiasso!” yang berarti “Buatlah gemuruh! Buatlah gemuruh!” Ajakan ini menginspirasi umat Katolik untuk terus mewartakan Injil dengan penuh semangat dan antusiasme.

Salah satu tantangan dalam pelayanan OMK adalah kehilangan semangat dan rasa ragu akan panggilan hidup mereka. Pelayanan membutuhkan komitmen besar, sering kali tanpa penghargaan yang terlihat. Namun, Yesus mengajarkan dalam Markus 10:44 bahwa pelayanan sejati adalah bentuk kasih yang tulus, tanpa mengharapkan imbalan. Dalam kebimbangan, kita diingatkan bahwa Tuhan memanggil kita bukan karena kita sempurna, tetapi karena kasih-Nya yang besar, dan Ia selalu memiliki rencana terbaik bagi kita.

Melihat inspirasi dari acara ini, Paroki Cijantung St. Aloysius Gonzaga terdorong untuk menyelenggarakan acara serupa, agar komunitas OMK dan UBK semakin erat dalam iman dan persaudaraan.

 

Oleh Albert Evans Paima Budy S

 

Hallo, ada yang bisa dibantu?