Loading...
INTROPAS DI SAMADI

INTROPAS DI SAMADI

  • 14 Nov 2024
  • Berita

"Kalau teman saya tadi adalah PUJAKESUMA atau Putra Jawa Kelahiran Sumatra, maka saya adalah PUJAKEKAL, Putra Jawa Kelahiran Kalimantan,” ucap Grasianus SVD, yang disambut tawa peserta lainnya. Ini adalah bagian dari perkenalan para peserta INTROPAS, yaitu Introduksi dalam Pastoral di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) bagi para imam yang baru memulai karya pastoral. Kegiatan ini berlangsung pada 11-13 November.

 

Acara ini diadakan di Wisma Samadi, Pusat Pastoral (PusPas) KAJ yang berlokasi di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebanyak 20 peserta hadir dari berbagai paroki. Selain imam diosesan, peserta juga berasal dari berbagai tarekat religius yang berkarya di wilayah ini, seperti Redemptorist (CSsR), SVD, MSF, CICM, OFM, OFMCAP, OFMCON, dan SCY.

Di sini, kami berkumpul untuk mendapatkan pencerahan mengenai Arah Dasar Pastoral di keuskupan ini dan memahami bagaimana reksa pastoral dilaksanakan dalam konteks kehidupan menggereja di Jakarta. Kami diajak untuk mengenal harapan dan tantangan dalam berpastoral di KAJ serta membangun sikap untuk berkontribusi sesuai dengan kekayaan dan kapasitas masing-masing dalam konteks kehidupan kota metropolitan ini.

 

Kehadiran kami tentu bukan sekadar “berinvestasi” dalam pembangunan fisik, tetapi lebih kepada transformasi manusia, atau investasi pada human capital, yang harus menjadi perhatian utama dalam seluruh reksa pastoral. Karena itu, sebagai pelayan pastoral, kami diingatkan untuk terus mengasah kepekaan, sebagaimana Yesus sendiri melakukannya, demi pelayanan yang menyentuh dan transformatif.

 

Beberapa topik yang dibahas selama kegiatan ini adalah: pastoral berbasis data, karya parokial dan peranannya dalam struktur KAJ, arah dan wajah karya pastoral kategorial di KAJ, potret dan tantangan pastoral perkawinan di Jakarta, fenomena pastoralia di Jakarta, serta pengelolaan keuangan di KAJ.

 

Topik-topik tersebut memperkaya kami dalam menavigasi medan pastoral di Keuskupan Agung Jakarta. Pertemuan ini benar-benar membantu kami memahami harapan gereja di Jakarta dan memperkuat kami dalam karya pastoral.

 

“Saya senang sekali bisa datang ke sini dan berkenalan dengan reksa pastoral di ibu kota ini. Banyak istilah baru dan singkatan yang membuat saya pusing, tapi saya berharap dengan proses ini saya bisa lebih akrab dengan aneka istilah dan mendapat inspirasi untuk bertekun,” ungkap seorang peserta.

 

“Kesan saya, di sini banyak hal diatur oleh umat, dan seolah-olah pastor tinggal menerima hasilnya. Namun, ternyata tidak selalu demikian. Pastor tetap harus hadir dan bekerja keras dengan cermat. Jadi, keduanya perlu bekerja keras agar transformasi yang diharapkan dapat terwujud,” kata peserta lainnya.

 

Ah, pokoknya selain mendapatkan pencerahan tentang Arah Dasar (ARDAS) KAJ, momen ini sangat berharga bagi kami untuk saling mengenal dan membangun keakraban. Kesempatan ini juga memungkinkan kami berbagi pengalaman dan inspirasi.

 

Terima kasih untuk momen inspiratif ini. Selamat berkarya!

Hallo, ada yang bisa dibantu?