Loading...
MENGENANG  P.SIGFRIEDZ SAFE AMTONIS CSSR

MENGENANG P.SIGFRIEDZ SAFE AMTONIS CSSR

  • 15 Jan 2025
  • Berita

Kemarin pagi 13 Januari 2024, saya dan P. Kimi sedang duduk santai di ruang makan Paroki Cijantung sambil sarapan. Suasana biasa pagi itu tiba-tiba berubah saat P. Ivan masuk dengan wajah panik dan suara gemetar. Dia hanya berkata, “Coba buka WA di grup Redemptorist. Berita duka, Pater. P. Friedz meninggal... Aduh.”

Kami terdiam. Kaget. Tidak percaya mendengar berita ini. Berat rasanya.

Malamnya kami, Komunitas Redemtorist Jakarta merayakan misa komunitas di Wisma Bougenvilla bersama beberapa sahabat. Rasanya berat menerima kenyataan kehilangan seorang konfrater, terlebih lagi dia masih begitu muda.

Ingatan saya langsung terbang ke masa-masa saya pernah bekerjasama dengan Friedz. Saya ingat betul saat dia masih Frater TOP dan dia ikut dalam tim misi umat di Homba Karipit tahun 2010. Malam-malam minggu kami selalu bermain band bersama. Dia pemain bass yang hebat! Bahkan pernah, saat malam rekreasi penutupan misi umat, Friedz harus menempel isolasi di jari-jarinya yang lecet karena bermain gitar hingga jam satu pagi. Semangat dan dedikasinya luar biasa!

Kenangan lainnya adalah saat kami bersama-sama mengorganisir Indonesian Redemptorist Youth Gathering (IRYG) pertama di tahun 2017. Itu adalah mimpi besar yang akhirnya terwujud—membawa orang muda Redemptorist dari berbagai tempat untuk berkumpul dan berbagi.

Pada 14-20 Oktober 2017, kami mengadakan live-in di beberapa tempat: Waingapu-Wara, Homba Karipit, Karuni, hingga Paroki Kristus Raja Waimangura. Tema gathering itu adalah “Menjadi Saksi Penebusan bagi Dunia yang Terluka”, selaras dengan perayaan 60 tahun karya Redemptorist di Indonesia.

Ada sekitar 130 orang muda yang ikut dari berbagai daerah: Ngallu, Waimangura, Karuni, Elopada, Lamahora (Lembata), Katiku Loku, dan lainnya. Puncak acaranya berlangsung di PUSPAS Katiku Loku, Sumba Tengah. Semua ini terlaksana berkat dukungan dari konfrater CSsR, para pembicara, dan tentu saja semangat Friedz.

Satu momen tak terlupakan adalah saat kami harus menciptakan lagu tema IRYG 1 (Indonesia Redemptorist Youth Gathering). Saya tanya Friedz, “Lagu temanya mana?” Jawabnya santai, “Belum ada, Pater.” Padahal waktu itu tinggal satu jam sebelum acara dimulai. Akhirnya, kami langsung ambil gitar, bikin lirik, dan jadilah lagu tema itu.

IRYG 1 Theme Song
Reff:
We come together
We gather here
We share and care for the world

We come together
We gather here
We share and care for the world

Datang berkumpul berbagi dan peduli
Bagi dunia yang terluka
Menjadi saksi kemuliaan Tuhan dalam Kristus Penebus.

Selain itu, Friedz juga sangat peduli dengan pelayanan OMK. Bersama dia, kami mengurus berbagai kegiatan, baik di tingkat paroki maupun keuskupan. Semangat dan kerjasamanya selalu jadi inspirasi.

Dia kemudian berpindah tugas ke Paroki St.Aloysius Gonzaga Cijantung pada tahun 2018- 2022. Pada tahun 2022 sampai wafat di mendapat tugas pelayanan di Paroki St. Agustinus Arga Makmur, Bengkulu Utara, Keuskupan Agung Palembang.

Terima kasih, Friedz.
Selamat jalan, adik. Engkau pergi terlalu cepat.

Saya masih ingat betul foto kita saat ziarah Ikon Maria Bunda Penolong Abadi. Semoga engkau kini tetap gagah berdiri bersama Sang Penebus dan Bunda-Nya.

Copiosa apud eum redemptio.

 

Ditulis oleh RP Wilhelmus Ngongo Pala, CSsR.

 

#redemptoristindonesia 
#mundoredemptorist
#redemptorist

 

Hallo, ada yang bisa dibantu?