Misdinar: Panggilan Hati dan Kebersamaan
Senja di Cijantung begitu hangat. Langit masih berpendar jingga saat halaman gereja mulai dipenuhi wajah-wajah ceria para misdinar. Suasana riuh rendah, penuh semangat. Hari itu, Kamis, 27 Maret 2025, mereka datang bukan sekadar berkumpul, tapi untuk sebuah momen istimewa—rekoleksi prapaskah.
Di aula lantai satu, tempat sudah penuh. Rekoleksi kali ini bukan sekadar acara biasa. Ini adalah kesempatan untuk mengisi ulang energi pelayanan, memperdalam iman, dan tentu saja, mempererat kebersamaan.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Willy Ng Pala, CSsR. Dalam homilinya, beliau mengingatkan bahwa menjadi misdinar bukan hanya soal tugas di altar. Lebih dari itu, ini adalah panggilan untuk melayani Tuhan dan sesama. Seorang misdinar harus punya iman yang kokoh, mencintai gereja dengan sepenuh hati, dan terus mengasah keterampilan dalam pelayanan.
Acara ini semakin berkesan dengan kehadiran Pak Felix, ketua liturgi, Mas Yulius sang koster, dan Mbak Caecil yang selalu setia mendampingi para misdinar. Yang lebih menggembirakan, rekoleksi ini tidak berhenti di sini—mulai sekarang, ini akan menjadi agenda rutin setiap dua bulan!
Matahari pelan-pelan tenggelam, langit mulai gelap. Tapi di dalam aula, semangat para misdinar justru semakin menyala. Mereka pulang dengan hati yang lebih mantap, siap melayani dengan sukacita dan penuh keyakinan.