PROSESI MARIA, DOA ROSARIO MULAI
Panas cukup menyengat. Gerahnya udara sangat terasa. Cuaca macam ini mungkin ini sudah biasa sini. Awan mendung menandakan hujan akan segera turun. Tapi saya tidak merasa pasti. Karena memang selalu mendung di sini.
Menjelang jam 3 sore titik-titik air jatuh menerpa atap rumah. Rupanya hujan turun.
Saya sempat mengintip dari balik gorden di kamar. " Hujan cukup deras beberapa saat mo", ujar Mas Hary saat saya tanya. Pikiran saya sedang membayangkan prosesi Maria pada pembukaan bulan rosario. Untung hujan cuma sejenak. Benar aspal depan pastoran dan gereja basah. Tapi karena hujan sejenak, persiapan sore ini tidak terganggu. Sekitar jam 17.30 umat mulai berdatangan. Semua berkumpul di sekitar Gua Maria. Yang lain memenuhi halan gereja. Sesuai anjuran, masing-masing lingkungan membawa gambar atau patung Bunda Maria. Patung dan gambar ini diarak oleh masing-masing perwakilan lingkungan masuk dalam gereja.
Jam 18.00 tepat perayaan pembukaan bulan rosario dimulai dengan lagu pembuka. Kemudian ibadat dilanjutkan dengan berdoa rosario, merenungkan lima peristiwa sedih. Setelah doa rosario, ibadat dilanjutkan dengan perarakan masuk dalam gereja dan diteruskan dengan perayaan ekaristi. Suasana meriah cukup terasa. Pada akhir perayaan ekaristi patung dan gambar Bunda Maria diberkati sebelum dikembalikan ke masing-masing lingkungan. Patung / gambar ini akan berziarah dari rumah ke rumah bersama keluarga-keluarga.
Perayaan hari ini agak berbeda, kata beberapa umat. Prosesi ini adalah cara yang menarik bagi mereka. "Kami senang dengan prosesi ini. Ada warna yang berbeda", ungkap seorang umat.
"Terimakasih mo untuk pembukaan bln Rosario sore ini....buat aku ini luar biasa..pengalaman pertama selama di Cijantung.....makasih ya Romo...jd merasa makin terberkati..", tulis seorang umat melalui WA.
Semoga doa rosario dari rumah ke rumah sepanjang bulan ini berjalan lancar. Kita belajar dari teladan Maria yang rendah hati, tulus dan beriman-percaya. Dengan itu kita membuka relung-relung hati untuk diisi oleh Allah.
Seperti kata Maria ""Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!", saat peristiwa mukjizat di Kana (Yoh 2:5). Mari kita terus mengarahkan pandangan kita pada Kristus dan mengikutinya lewat merenungkan peristiwa -peristiwa Rosario.
Selamat memasuki Bulan Rosario.
-Ave Maria-
ditulis oleh RP. Wilhelmus Ngongo Pala, CSsR