Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Hari ini kita memulai Triduum dalam rangka perayaan Santo Klemens Maria Hofbauer, seorang pria yang hidupnya menjadi teladan sebagai peziarah harapan. Dalam Tahun Yubelium ini, ketika kita diundang untuk menjadi Pilgrims of Hope – Peziarah Harapan, kita dapat belajar dari perjalanan hidup Santo Klemens, seorang misionaris yang tidak pernah kehilangan harapan meskipun menghadapi banyak tantangan.
Harapan dalam Perjalanan Hidup Santo Klemens
Sejak kecil, Klemens memiliki kerinduan untuk menjadi imam, tetapi perjalanan itu tidak mudah. Ia harus bekerja keras sebagai tukang roti sebelum akhirnya dapat belajar dan menjadi seorang imam Redemptoris. Namun, perjuangannya tidak berhenti di sana. Ia menghadapi banyak kesulitan dalam mewartakan Injil, termasuk penolakan, pengusiran dari tempat ia berkarya, dan berbagai rintangan lainnya. Namun, apa yang membuatnya tetap bertahan? Harapan dalam Tuhan yang setia.
Santo Klemens tidak membiarkan kesulitan menghancurkan semangatnya. Ia percaya bahwa Tuhan selalu menyertai dan membuka jalan. Dalam Filipi 1:6, Santo Paulus berkata: “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu bahwa Ia, yang telah memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” Keyakinan inilah yang menguatkan Santo Klemens dalam setiap tantangan.
Harapan yang Kita Hidupi Hari Ini
Sebagai Redemptoris, sebagai umat Katolik, kita juga dipanggil untuk menjadi peziarah harapan di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian, penderitaan, dan keputusasaan. Kita dipanggil untuk membawa harapan kepada mereka yang kehilangan arah, yang merasa putus asa dalam kehidupan.
Klemens memberikan contoh bahwa harapan bukan hanya sesuatu yang kita rasakan, tetapi sesuatu yang kita hidupi dan bagikan. Harapan adalah keberanian untuk melangkah maju, meskipun kita tidak tahu bagaimana masa depan. Harapan adalah keyakinan bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan di saat kita menghadapi kesulitan.
Menjadi Misionaris Harapan
Hari ini, kita diundang untuk meneladani semangat Santo Klemens:
Tetap percaya pada Tuhan di tengah kesulitan. Kita tidak boleh menyerah, karena Tuhan selalu menyertai kita.
Menjadi pembawa harapan bagi orang lain. Di dalam keluarga, komunitas, dan lingkungan kita, banyak orang yang membutuhkan dukungan, penghiburan, dan kekuatan. Kita bisa menjadi tanda harapan bagi mereka.
Menghidupi Injil dengan semangat misioner. Santo Klemens mengajarkan kita bahwa harapan sejati ditemukan dalam Kristus yang kita wartakan kepada dunia.
Saudara-saudari sekalian, dalam Triduum ini, marilah kita merenungkan: Bagaimana saya bisa menjadi peziarah harapan dalam hidup saya sehari-hari?
Semoga Santo Klemens Maria Hofbauer mendoakan kita, agar kita semakin berani melangkah dalam iman dan harapan, mengikuti jejak Sang Penebus. Amin.