Pagi itu, cuaca terlihat bersahabat dengan sinar matahari yang menyapa ramah. Sejak subuh, teman-teman OMK sudah berdatangan dengan wajah antusias. Kira-kira pukul 5 lebih sedikit, mereka sudah berkumpul di lapangan parkir Sekolah Slamet Riyadi, menyambut pagi dengan penuh semangat.
Ketika jam hampir menunjukkan pukul 6, sang ketua rombongan mulai mengecek kehadiran setiap peserta. Ini bukan hari biasa—27 Oktober 2024, kami, OMK dari Algonz Cijantung, akan berziarah ke Pertapaan Para Suster OCD di Lembang, Bandung. Perjalanan ini adalah rangkaian dari EKM di bulan Rosario, dan sudah dinanti-nanti oleh semua.
Setelah semua siap, ketua membagi peserta ke dalam kelompok, lalu memberikan pengarahan mengenai alur perjalanan ziarah ini. Dua bus besar yang akan membawa kami pun sudah siap, dan rombongan sekitar 100 orang itu bergerak menuju destinasi dengan semangat yang menggebu.
Tiga jam perjalanan yang terasa cepat karena kebersamaan dan canda tawa, akhirnya mengantar kami tiba di pertapaan yang sejuk dan penuh kedamaian. Pemandangan di sana sungguh indah, memberikan ketenangan yang langka di tengah hiruk-pikuk kota.
Karena area jalan salib di pertapaan cukup sempit, rombongan pun dibagi menjadi 10 kelompok. Sementara satu per satu kelompok memulai jalan salib, yang lainnya melakukan sharing rohani dalam kelompok kecil. Suasana sharing begitu akrab; pengalaman, harapan, dan kisah iman mengalir tanpa terasa.
Seluruh rangkaian ziarah diakhiri dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Willy CSsR dan Rm. Rian Dimu CSsR. Dalam homilinya, Rm. Willy menyampaikan pesan yang sangat mengena, "Dalam kehidupan, mungkin banyak orang meremehkan atau meragukan kita. Namun, seperti Bartimeus dan Maria, kita dipanggil untuk tetap berani, tekun, dan gigih dalam iman, walaupun ada tantangan."
Ia melanjutkan dengan penuh keyakinan, "Mukjizat dalam hidup kita sering kali terjadi ketika kita setia kepada panggilan Tuhan, walaupun hasilnya belum terlihat sekarang. Seperti Bartimeus dan Maria, mari kita belajar untuk tetap setia dan percaya bahwa Tuhan punya rencana indah bagi kita."
Seusai misa, kami beristirahat sejenak dan merapikan area perayaan, lalu rombongan melanjutkan perjalanan ke pusat kota Bandung. Jalan Braga yang terkenal menjadi tujuan eksplorasi kami. Pemandangan khas Bandung dan suasana kota yang hidup semakin melengkapi pengalaman ziarah kami.
Menjelang malam, sekitar pukul 6.00 sore, kami berkumpul kembali dan bersiap untuk pulang ke Cijantung, membawa pulang kenangan berharga dan semangat baru dalam iman.
Rm. Willy Ngongo Pala CSsR